FKIP Unpar Buka Program Guru Berstandar Internasional
JUMAT, 09 JULI 2010 00:14
FAKULTAS Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangkaraya (Unpar) tahun ini membuka program Pendidikan Guru Berstandar Internasional (PGBI) untuk memenuhi kebutuhan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) yang nantinya akan menjadi Sekolah Berstandar Internasioanl (SBI).
"Para guru yang dididik itu harus memiliki kemampuan di atas rata-rata guru pada umumnya, salah satunya mampu melaksanakan proses belajar mengajar dalam bahasa Inggris secara efektif," ungkap Ketua Pelaksana Program PGBI Ahmad Damsyik di Palangkaraya, kemarin.
Jumlah mahasiswa yang akan diterima pada program tersebut, kata dia, maksimal 100 orang, terdiri dari 25 guru program studi (Prodi) Kimia, 25 Prodi Fisika, 25 Prodi Matematika, dan 25 Prodi Biologi.
Untuk pelaksanaan program tersebut, Damsyik mengatakan, Unpar akan mendapatkan bantuan dana block grant dari pemerintah melalui Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional dengan masa pengembangan program selama 4 tahun.
Menurut Damsyik, mahasiswa yang masuk PGBI harus memiliki tiga kompetensi yang dilihat dari kemampuan akademik yang baik, di antaranya kemampuan berbahasa Inggris.
Proses penyampaian mata kuliah di kelas masih menggunakan dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta mampu kemampuan menggunakan perangkat komputer.
Perkuliahan akan sama dengan mahasiswa reguler lainnya, tetapi bagi mahasiswa program PGBI dua bulan sebelumnya akan dilakukan pemantapan bahasa Inggris, semacam matrikulasi karena dalam proses pembelajarannya ke depan lebih banyak menggunakan bahasa ini.
Damsyik mengharapkan dengan dibukanya program ini dapat mencetak tenaga pendidik berstandar internasional yang profesional.
Tenaga pengajar di kelas PGBI dipilih dari pengajar yang benar-benar berkompeten dan menguasai bahasa Inggris. "Dosennya lulusan luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya, skor TOEFL-nya lebih dari 500." (Ant/B-4
"Para guru yang dididik itu harus memiliki kemampuan di atas rata-rata guru pada umumnya, salah satunya mampu melaksanakan proses belajar mengajar dalam bahasa Inggris secara efektif," ungkap Ketua Pelaksana Program PGBI Ahmad Damsyik di Palangkaraya, kemarin.
Jumlah mahasiswa yang akan diterima pada program tersebut, kata dia, maksimal 100 orang, terdiri dari 25 guru program studi (Prodi) Kimia, 25 Prodi Fisika, 25 Prodi Matematika, dan 25 Prodi Biologi.
Untuk pelaksanaan program tersebut, Damsyik mengatakan, Unpar akan mendapatkan bantuan dana block grant dari pemerintah melalui Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional dengan masa pengembangan program selama 4 tahun.
Menurut Damsyik, mahasiswa yang masuk PGBI harus memiliki tiga kompetensi yang dilihat dari kemampuan akademik yang baik, di antaranya kemampuan berbahasa Inggris.
Proses penyampaian mata kuliah di kelas masih menggunakan dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta mampu kemampuan menggunakan perangkat komputer.
Perkuliahan akan sama dengan mahasiswa reguler lainnya, tetapi bagi mahasiswa program PGBI dua bulan sebelumnya akan dilakukan pemantapan bahasa Inggris, semacam matrikulasi karena dalam proses pembelajarannya ke depan lebih banyak menggunakan bahasa ini.
Damsyik mengharapkan dengan dibukanya program ini dapat mencetak tenaga pendidik berstandar internasional yang profesional.
Tenaga pengajar di kelas PGBI dipilih dari pengajar yang benar-benar berkompeten dan menguasai bahasa Inggris. "Dosennya lulusan luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya, skor TOEFL-nya lebih dari 500." (Ant/B-4






0 komentar:
Posting Komentar