v Kata
Dasar VS Kata Jadian
Menurut tata bahasa, kata yang belum berubah
dari bentuk aslinya disebut kata dasar. Kata yang berupa kata dasar ditulis
sebagai satu kesatuan.
Misalnya:
Saya
yakin karya ini masih jauh dari pada sempurna.
1.
Menulis kata jadian.
Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis
serangkai dengan kata dasarnya.
Misalnya:
Mempermainkan
Dikelola
2.
Jika bentuk dasar berupa gabungan kata awalan
atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung meengikuti atau
mendahuluinya.
Misalnya:
Bertepuk sebelah tangan
3.
Jika bentuk dasar berupa gabungan kata mendapat
awalan dan akhiran sekaligus, unsure gabungan kata itu ditulis serangkau.
Misalnya:
Menggarisbawahi
Dilipatgandakan
4.
Jika salah satu unsure gabungan kata hanya
digunakan dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.
Misalnya:
Adidaya
Mahasiswa
Jika bentuk terikat diikuti oleh kata
yang huruf awalnya adalah huruf besar, diantara kedua unsure itu dituliskan
tanda hubung (-).
Misalnya:
Non-Islam.
Pan-Afrikanisme.
Share






0 komentar:
Posting Komentar