Aku, merasa asing dalam dunia yang aku tempati ini. Aku merasa asing dengan segala aturan yang ku dapat selama ini. Aku merasa asing dengan lingkungan ku dan Aku merasa terasingkan.
Saat kecil aku ditanyai oleh seseorang dan pertanyaan itu takkan pernah aku lupakan sampai akhir hayatku. "Kamu agamanya apa?" . aku tak menjawab karena tak mengerti arti pertanyaan itu, hanya nenekku yang berkata "ya, islam lah lawong wong tuane wae islam". Lalu orang itu berkata "berarti islam keturunan ya". Aku hanya tersenyum arti tanda tak paham.
Islam, agama yang ku yakini ini,... Aku sesungguhnya begitu tak mengenalnya. Mungkin benar kata orang jika aku hanyalah islam keturunan. Aku dapati agama ini dengan mudah. Walau sering ku bacakan 2 kalimat sahadat berkali-kali , tapi ternyata tak ku pahami arti kedua kalimat itu.Walau ku ikuti berbagai jenis kegiatan islami dalam lingkunganku, tapi tanda tanya besar masih menggliat di otakku. Walau semua keluargaku beragama islam tapi tak ada yang menceritakan kisah nabiku, bagaimana perjuangannya hingga ku tak mengenalinya walau namanya sering kusebut.
Kini, aku sedang mencari. Kini aku sedang mendalami keyakinanku sendiri. Aku tak mau hanya ikut-ikutan tanpa tahu apa yang sedang aku ikuti itu.Kini kupahami sedikit demi sedikit makna agamaku. Makna kedua kalimat yang maha dahsyat itu.
Aku merasa asing dalam agamaku, karena sudah jelas dilarang tapi banyak dikalanganku yang melanggar. Aku merasa asing dikalanganku, banyak yang tahu itu baik tapi banyak pula yang menghindar. Aku merasa asing dalam agamaku , banyak yang bisa menasehati tapi tak ada bukti. Aku merasa asing dalam agamaku, banyak yang bermuka manis tapi menusuk dibelakang.
Aku merasa asing walau disekelilingku aku bersama orang -orang yang mengaku seagama denganku. Aneh,. banyak orang berkata seperti itu. akupun juga merasakannya. Aneh, ketika ku berusaha jujur. Tapi disebelah sana berkata bohong. Aneh, ketikaku berusaha menjaga tapi disebelah sana menghancurkan. Aneh, ketikaku setia tapi disana berhianat. Aneh, ketika aku ikuti aturan tapi disana melanggar. Aneh ketikaku berbuat kebaikan tapi disana mencemooh.
Mana, mana buktinya kita bersaudara? mana buktinya kita seagama?. mengapa dari kalanganku sendiri menghancurkan mentalku untuk mengikuti agama yang lurus ini? Mengapa slalu banyak pertanyaan dan cemooh saat ku coba mengikuti apa yang ku yakini ini?
Apakah salahku jika ku ikuti aturan Allah? Mengapa dari golonganku sendiripun curiga padaku. Mana sifat saling kepercayaan kalian pada saudaramu ini?.
Islam, kini banyak orang berkata aku beragama islam. Tapi mana buktinya? Kenyataannya banyak yang malu tuk menjalani kewajibannya. Seorang muslimah itu wajib memakai jilbab dan kerudung , tapi mana buktinya. Banyak mereka yang malah malu menggunakannya, takut dibilang sok alim dan sebagainya. Banyak yang sudah berjilbab pun malu memakai jilbab besar .Takut dibilang teroris. Memangnya agama islam itu agama teroris? Dari kita sendiri pun memandang saudara seislamnya sendiri sudah seperti itu. Apalagi mereka yang tak mengenal islam. Dan apa kata dunia mengenai islam?
Islam itu agama rahmatan lil'alamin,jadi jangan kau pandang hina saudaramu sendiri dan jangan kau dukung mereka yang ingin menghancurkan kita.
Ketika aku ditanya oleh seorang teman yang tak mengenal islam "mengapa ada dari golonganmu menjadi teroris, apa mereka berbeda denganmu?". Saudaraku, apa yang harus aku jawab? Pertanyaan ini menyimbolkan bahwa dalam benak mereka teroris itu identik dengan islam. Saudaraku apa yang harus aku katakan kepada mereka jika kalianpun membenarkan perkataan mereka?. Bagaimana aku menjelaskannya jika diantara saudara seagamaku pun tak mengerti tentang itu?. Bagaimana aku menjelaskan jika saudara seimanku pun berpandangan bahwa mereka teroris itu yang suka memakai cagar dan berpakaian gamis?. Lalu apakah kalian akan selalu mencurigai saudara kita itu?.
Saudaraku, aku termasuk yang berpikiran sama denganmu dikala itu. Tapi kini aku tahu bahwa agama islam tak pernah mengajarkan tentang keburukan itu. Aku termasuk yang malu saat mengenakan jilbab dan kerudung disaat itu , Tapi kini ku tahu itu demi kebaikanku demi menghindari dari hawa nafsu. Aku termasuk yang tak mengenal nabiku dikala itu, tapi kini aku jadikan ia sebagai idolaku. Aku termasuk yang malu menyatakan dan membuktikan bahwa aku islam, Tapi kini aku nyatakan dengan tegas bahwa aku seorang muslim.
Share






0 komentar:
Posting Komentar